Sesuatu tentang Takdir

by - December 29, 2013


Kalo ada yang mati bunuh diri, berarti emang Allah udah nakdirin gitu dong. Kasihan dong dia. mau sekeras apa usahanya dia da tetep aja takdirnya bunuh diri. Itu pikiran aku yang sulit banget disanggah sama aku sendiri. Tapi udah baca bukunya Felix Siauw yang Beyond Inspiration, aku jadi tercerahkan sedikit. ehehe. Semoga yang baca juga ya~
 
Ada sebuah ilustrasi yang sangat masyhur, adalah seorang pencuri yang tertangkap pada masa pemerintahan Islam sedang jaya-jayanya. Sang pencuri ini tengah diproses oleh seorang Hakim. Lalu, Si Pencuri berkata membela diri “Wahai tuan hakim, sungguh tidak pantas tuan menghukum saya”, dia melanjutkan “karena apa yang saya lakukan ini sesungguhnya sudah diketahui oleh Allah dan Allah membiarkannya (mengizinkannya), dan sesungguhnya Allah lah yang berkehendak atas terjadinya pencurian ini dan kita semua tahu, di lauhul mahfudz sesungguhnya telah tertulis semua aktivitas kita dari mulai dilahirkan sampai kita menemui ajal, termasuk pencurian ini sesungguhnya telah tertulis di kitab tersebut sehingga tidak pentas tuan hakim menjatuhkan hukuman kepada saya karena perbuatan ini bukan karena kehendak saya melainkan kehendak Allah Swt”
Hakim itu berfikir lama tentang persoalan tersebut. Akhirnya, setelah lama berfikir, dia mengeluarkan keputusan untuk menghukum Si Pencuri itu. “Baik, masukkan dia ke dalam sel penjara!” ujarnya.
Si Pencuri protes kepada tuan hakim dengan penjelasannya yang panjang lebar tadi, yang intinya bahwa pencurian itu bukan kehendaknya tetapi kehendak Allah, atau sudah nasibnya. Sang Hakim pun berkata dengan tenang, “Sebenarnya saya tidak mau menjatuhkan hukuman kepadamu, namun bagaimana lagi, ini juga kehendak Allah dan di lauhul mahfudz juga sudah tertulis pada hari ini dan waktu ini, saya menjatuhkan hukuman penjara bagimu!”

Jadi, intinya, kita jangan mencampurkan aktivitas Allah sebagai pencipta sama aktivitas kita sebagai ciptaan. Kebanyakan kasus itu mencampurkan aktivitas Allah dan ciptaan, padahal ranah pekerjaannya saja sudah beda. Allah tidak terbatas oleh waktu, tempat, dan materi, sementara kita tentu saja terbatas. Jadi kita sebagai manusia tinggal melaksanakan tugas dan hari-hari kita supaya Allah ridha untuk memberikan kita takdir yang baik. Tapi, kalau suatu saat takdir kita tidak sesuai (baik menurut pendapat kita), berarti itu memang bukan yang terbaik buat kita. Ingat, Allah kan yang menciptakan, berarti Allah yang lebih tahu. 

Jadi, benar pepatah ‘do your best and let God do the rest’. Lagipula Allah itu kan Maha dari segala Maha, jadi ilmu kita ga bakal sampai untuk memahami konsep kerjanya. Lagian Allah juga udah negasin yang tahu semua itu Cuma Allah, jadi kita hanya dianjurkan untuk meyakininya saja, bukan untuk memikirkannya. Terjawab sudah bahwa kita emang harus yakin kalo Allah emang udah punya takdir yang udah ditentuin dari kita lahir. Kita juga harus berusaha semaksimal mungkin setiap saat supaya takdirnya menjadi ‘lebih baik’. Bukan memilih salah satunya. Sip.

You May Also Like

0 comments