Sick Sadness
Assalamualaykum!
Sekitar seminggu yang lalu, aku tergolek lemah (padahal
sehat) di rumah sakit. Dokter memvonis aku terkena pleuropneumonia di paru-paru
kiri dan bronkopneumonia di paru-paru kanan. Apa itu? Pertamanya aku blank.
Pernah denger sih pneumonia. Tapi lupa. Sebelum hasil rontgen dibaca dokter,
mama sempat nanya, ‘Teh pneumonia teh apa?’ aku menggeleng. Lupa. Hasil tes
darah juga menunjukkan kejanggalan. Leukosit di atas rata-rata tapi eritrosit
di bawah rata-rata. Berarti kesimpulannya imun aku lagi bekerja ekstra.
Nama penyakit yang baru mamah dengar itu membuatnya shock.
Mama langsung sembab matanya. Aku bingung. Penyakit ini bisa sembuh apa bisa
merenggut nyawa. Sebenarnya mudah, tinggal googling, tapi aku suka
menebak-nebak. Ketika dokter membacanya, dia bilang waaw ada sesuatu, ada
gajah. Nginep ya di rumah sakit, siap-siap besok usg thorax, ada infeksi di
paru-paru. Aku makin bingung. Mama makin ga kuat nahan nangis.
Aku pun kembali tidur di rumah sakit Immanuel, Alkema lantai
5 kamar 507. Aku gak pernah serapuh ini sebelumnya. Sma cuma demam sekali. Tapi
kuliah, baru dua semester saja sudah dua kali opname. Rasanya di awal-awal kaya
takut sewaktu-waktu bisa mati gitu. Aga stress sih soalnya ga nyari tau juga
pleuropneumonia itu apa. Mana aku lagi futur lagi, aku mikirin amal apa yang
bisa bawa aku ke surga kalo tiba-tiba aku pergi. Rasanya kaya ga pasti besok
itu aku masih hidup apa ngga. Harusnya sih perasaan gini adanya tiap saat, lagi
sembuh juga. Tapi apalah daya manusia seperti aku suka lupa bersyukur atas
nikmat sehat.
Setelah googling aku jadi tau pneumonia itu radang
paru-paru. Ciri-cirinya sama seperti yang aku rasakan. Perut aga sakit, demam,
batuk lama, harusnya sesak nafas juga. Sebenernya aku ga sesak nafas, Cuma
setelah baca artikel itu aku jadi aga sesak (sugesti mungkin). Terus aku
bertanya sama Yani teman aku yang sekolah kedokteran. Dijelasin katanya bisa
sampai aspirasi (sedot cairan dari paru-paru). Tepat pagi itu acara syafaat di
trans 7 bahas tentang pneumonia. What a day! Diperlihatkan cara menyedotnya.
Aku jadi aga takut. Tapi aku pikir nanti juga berlalu.
Ternyata USG besoknya menunjukkan kalau di paru-paru aku
memang ada cairan tapi karena sedikit, tidak perlu aspirasi. Alhamdulillaah.
Aku tinggal nunggu rontgen selanjutnya melihat hasil kerja antibiotik yang
setiap 2 kali sehari disuntikkan ke tangan. Tunggu hasil mantuk juga yang
menunjukkan apakah saya TBC/Bronkhitis atau tidak.
Hari Jumat teman-teman nengok. Aku sudah sehat dan siap
kuliah sebenarnya. Tapi dokter paru-paru bilang belum boleh pulang sampai
sabtu. Baru kali ini aku ngerasain dijenguk hahaha. Sabtunya aku pulang. Hasil
rontgen menunjukkan kalau paru-paru aku membaik. Walaupun belum bersih
sempurna. Selain itu, mantuk dan dahak aku setelah diperiksa hasilnya negative
untuk TBC.
Banyak banget yang aku tinggalin saat sakit. Ga ikut UTS
Daspro, ga kuliah seminggu, ga ikut PLO, ngerepotin banyak pihak. Sakit emang
ga seenak sehat. Makanya sehat harus dijaga.
Jadi, amal apa yang jadi andalanmu kalau tiba-tiba Ia
memanggilmu pulang?
Oh Allah I'm not ready :'(


0 comments