Sick Sadness

by - April 10, 2014


Assalamualaykum!

Sekitar seminggu yang lalu, aku tergolek lemah (padahal sehat) di rumah sakit. Dokter memvonis aku terkena pleuropneumonia di paru-paru kiri dan bronkopneumonia di paru-paru kanan. Apa itu? Pertamanya aku blank. Pernah denger sih pneumonia. Tapi lupa. Sebelum hasil rontgen dibaca dokter, mama sempat nanya, ‘Teh pneumonia teh apa?’ aku menggeleng. Lupa. Hasil tes darah juga menunjukkan kejanggalan. Leukosit di atas rata-rata tapi eritrosit di bawah rata-rata. Berarti kesimpulannya imun aku lagi bekerja ekstra.

Nama penyakit yang baru mamah dengar itu membuatnya shock. Mama langsung sembab matanya. Aku bingung. Penyakit ini bisa sembuh apa bisa merenggut nyawa. Sebenarnya mudah, tinggal googling, tapi aku suka menebak-nebak. Ketika dokter membacanya, dia bilang waaw ada sesuatu, ada gajah. Nginep ya di rumah sakit, siap-siap besok usg thorax, ada infeksi di paru-paru. Aku makin bingung. Mama makin ga kuat nahan nangis.

Aku pun kembali tidur di rumah sakit Immanuel, Alkema lantai 5 kamar 507. Aku gak pernah serapuh ini sebelumnya. Sma cuma demam sekali. Tapi kuliah, baru dua semester saja sudah dua kali opname. Rasanya di awal-awal kaya takut sewaktu-waktu bisa mati gitu. Aga stress sih soalnya ga nyari tau juga pleuropneumonia itu apa. Mana aku lagi futur lagi, aku mikirin amal apa yang bisa bawa aku ke surga kalo tiba-tiba aku pergi. Rasanya kaya ga pasti besok itu aku masih hidup apa ngga. Harusnya sih perasaan gini adanya tiap saat, lagi sembuh juga. Tapi apalah daya manusia seperti aku suka lupa bersyukur atas nikmat sehat.

Setelah googling aku jadi tau pneumonia itu radang paru-paru. Ciri-cirinya sama seperti yang aku rasakan. Perut aga sakit, demam, batuk lama, harusnya sesak nafas juga. Sebenernya aku ga sesak nafas, Cuma setelah baca artikel itu aku jadi aga sesak (sugesti mungkin). Terus aku bertanya sama Yani teman aku yang sekolah kedokteran. Dijelasin katanya bisa sampai aspirasi (sedot cairan dari paru-paru). Tepat pagi itu acara syafaat di trans 7 bahas tentang pneumonia. What a day! Diperlihatkan cara menyedotnya. Aku jadi aga takut. Tapi aku pikir nanti juga berlalu.

Ternyata USG besoknya menunjukkan kalau di paru-paru aku memang ada cairan tapi karena sedikit, tidak perlu aspirasi. Alhamdulillaah. Aku tinggal nunggu rontgen selanjutnya melihat hasil kerja antibiotik yang setiap 2 kali sehari disuntikkan ke tangan. Tunggu hasil mantuk juga yang menunjukkan apakah saya TBC/Bronkhitis atau tidak.

Hari Jumat teman-teman nengok. Aku sudah sehat dan siap kuliah sebenarnya. Tapi dokter paru-paru bilang belum boleh pulang sampai sabtu. Baru kali ini aku ngerasain dijenguk hahaha. Sabtunya aku pulang. Hasil rontgen menunjukkan kalau paru-paru aku membaik. Walaupun belum bersih sempurna. Selain itu, mantuk dan dahak aku setelah diperiksa hasilnya negative untuk TBC.

Banyak banget yang aku tinggalin saat sakit. Ga ikut UTS Daspro, ga kuliah seminggu, ga ikut PLO, ngerepotin banyak pihak. Sakit emang ga seenak sehat. Makanya sehat harus dijaga.

Jadi, amal apa yang jadi andalanmu kalau tiba-tiba Ia memanggilmu pulang?
Oh Allah I'm not ready :'(

foto by oktidina.tumblr.com

You May Also Like

0 comments