Hungry Stomach

by - May 05, 2014


Assalamualaykum!

Hari ini adalah hari no diet sedunia! Aku ga pernah diet sih sebenernya hehe makan aku dari kecil biasa aja ga ada yang ga boleh dimakan (ya asal halal) dan normal makan tiga kali sehari. Mau gendut mau kurus ga masalah yang penting sehat. 

Orang Indonesia sudah terbiasa dengan pola makan tiga kali sehari, pagi siang malam. Hal ini sudah menjadi agenda wajib rutin sehari-hari. Hal ini baik karena tubuh memang memerlukan asupan nutrisi untuk beraktivitas. Namun tidak banyak orang tau tentang bahayanya rasa kenyang dan istimewanya rasa lapar. 

Diriwayatkan bahwa [Harun] Al-Rasyid pernah mengumpulkan empat orang dokter: seorang India, Yunani, Irak, dan Sawadi, dan berkata kepada mereka, “Hendaklah kalian masing-masing menunjukkan obat apa yang tidak mengakibatkan timbulnya penyakit.” Dokter India berkata, “Menurut Pendapat saya, obat seperti itu adalah myrobalan hitam. Lalu dokter Irak berkata, “Menurut saya, itu adalah nasturtium cress.” Dokter Yunani berkata, “Saya kira, obat yang dimaksudkan adalah air panas.” Dokter Sawadi (yang terpandai di antara mereka) berkata, “Myrobalan menipiskan pencernaan, dan ini merupakan penyakit. Nastutium membuat perut berlemak, dan itu juga penyakit. Air panas mengendurkan perut, dan itu pun penyakit.” Mereka akhirnya bertanya kepada Harus Al-Rasyid, “Maka apa pendapatmu?” Dia menjawab, “Menurut saya, obat yang tidak akan mengandung efek samping adalah tidak makan kecuali jika telah lapar dan berhenti makan sebelum kenyang.” Mereka berkata, “Yang Anda katakana itu benar adanya.”

Rasul juga bersabda, “Sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk napas.”

Nah, saat kenyang tenaga kita akan digunakan untuk mencerna makanan. Hal ini menyebabkan kita mengantuk karena kekurangan tenaga. Makanya orang yang banyak makan biasanya banyak tidur juga. Nah kalo banyak tidur, akan banyak aktivitas bermanfaat yang kita lewatkan. Selain itu kenyang juga bisa membuat kita malas dan tidak produktif. 

Apabila makan kita cukup dan tidak sampai kenyang, makanan akan benar-benar efektif digunakan untuk sumber energi. Kalau bulan Ramadhan kan kita puasa kan ya, nah puasa tuh kan nahan lapar, dengan kata lain menghindari kenyang kan. Mengapa Allah menyuruh kita lapar?
Rasa lapar akan membuat kita lebih peka terhadap sekitar. Karena ada yang bilang apabila seseorang tidak menyadari kelemahan dirinya, dia tidak akan merasakan kekuasaan Tuhannya. Rasa lapar akan membuat kita lebih bersyukur ‘bisa makan’ daripada kita makan enak tapi tidak terasa istimewanya. Hipotesis aku mengapa para penguasa itu peka terhadap rakyatnya karena mereka terbiasa kenyang dan berpikir bahwa rakyatnya juga merasakan hal yang sama. Dengan lapar kita akan terbiasa mendahulukan kepentingan orang yang lebih membutuhkan daripada diri kita sendiri.

Rasa lapar juga dapat mempertajam otak. Banyak yang berpikir bahwa kalau lapar sulit berpikir. Hal ini sebenarnya tidak seluruhnya benar. Semakin banyak makan, volume uap air di otak akan banyak dan menutupi sumber-sumber pemikiran. Sehingga otak jadi tumpul dan malas berpikir. 

Rasa lapar juga bisa berdampak kesehatan. Karena menurut survey orang yang lebih banyak kenyang adalah orang yang lebih banyak menderita penyakit. Semakin banyak makan, semakin banyak zat yang kita konsumsi. Belum lagi apabila zat tersebut berbahaya.  

Rasa lapar juga bisa membuat kita terlindung dari ganasnya hawa nafsu. Lapar dapat menaklukan nafsu seks dan keinginan untuk berbicara. Sebagaimana kita tahu seks dan perkataan yang menyinggung adalah salah satu masalah besar di negeri ini yang sulit diselesaikan. 

Hihihi sekalian ya pembahasan lapar hari ini. Mari kita kelola perut kita dengan baik!

Wassalam.

You May Also Like

0 comments